Bank Sultra Sinergi Dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara Gelar Edukasi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Dan Pencegahannya
Jumat, 28-May-2021

Keterangan Gambar : ki-ka Jaka Suparna, SH,MH (Astn.Perdata&TUN), Sarjono Turin,SH,MH (Kajati Sultra), Abdul Latif (Dirut Bank Sultra), Suhud (Komut Bank Sultra)

Keterangan Gambar (ki-ka) : Jaka Suparna, SH,MH (Astn.Perdata&TUN), Sarjono Turin,SH,MH (Kajati Sultra), Abdul Latif (Dirut Bank Sultra), Suhud (Komut Bank Sultra).

Sebagai respon Manajemen dalam meningkatkan Sistem Pengendalian Internal Bank Sultra terhadap tindakan Fraud, bertempat di Aula Kantor Pusat Bank Sultra, Selasa (25/5/2021) diadakan kegiatan Edukasi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dan Pencegahannya. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dan sinergi Bank Sultra dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Kegiatan edukasi yang dihadiri oleh Komisaris Utama Bank Sultra, Jajaran Direksi, Kepala Divisi dan Pejabat Setingkat, Kepala Bagian dan Kepala Seksi lingkup Kantor Pusat dan Kantor Cabang Utama Bank Sultra ini dibuka oleh Abdul Latif selaku Direktur Utama Bank Sultra yang menyampaikan bahwa upaya untuk meminimalisir terjadinya fraud tidak cukup dengan menyusun aturan internal tentang penerapan sistem anti fraud namun juga yang lebih penting adalah membangun mental pribadi-pribadi insan Bank Sultra yang berani menolak tindakan kecurangan atau anti fraud. Selain itu dibutuhkan inovasi dan kerja sistematis untuk menutup peluang terjadinya tindakan fraud di lingkungan Bank Sultra.

“Soft control atau aspek humanisme merupakan unsur paling utama yang harus dibagun dari suatu sistem pengendalian anti fraud karena tanpa adanya kejujuran, integritas yang tinggi serta loyalitas kepada perusahaan maka tindakan-tindakan fraud tidak mudah untuk diminimalisir” imbuhnya.

Sarjono Turin, SH, MH, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara selaku pemateri utama menyampaikan langsung Edukasi terkait Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Dikesempatan yang sama ia juga menyampaikan tentang bentuk/jenis tindak pidana korupsi, modus korupsi di perbankan, serta beberapa kasus korupsi yang pernah ditangani olehnya. “Tindakan Korupsi membawa banyak dampak antara lain terhadap demokrasi. Korupsi akan mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur, Pemborosan sumber daya, dan Kolusi dan Nepotisme penempatan pejabat. Selain itu berdampak pada bidang ekonomi yaitu Korupsi menghambat pembangunan ekonomi dan menciptakan inefisiensi dana pemerintah dan meningkatkan cost produksi dan mengakibatkan tingginya harga segala kebutuhan. Selanjutnya tindakan korupsi juga berdampak terhadap kesejahteraan umum karena Korupsi yang meluas serta sistematis dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara pada umumnya, dan merampas hak-hak sosial dan hak-hak ekonomi masyarakat” ujar Kajati. Dalam kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 2 (dua) jam ini juga diwarnai dengan pertanyaan yang diajukan oleh pejabat lingkup Bank Sultra terkait dengan kasus-kasus hukum yang dihadapi.

Dalam kegiatan ini juga Abdul Latif selaku Direktur Utama kembali menghimbau seluruh pejabat Bank Sultra “Mari kita senantiasa jaga integritas dalam bekerja dan hanya kepada ALLAH SWT jualah tempat kita berserah diri dan hanya kepada-NYA pula kita memohon pertolongan”. Senada dengan hal tersebut Sarjono Turin, SH, MH, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara menyampaikan “ Tindakan korupsi terjadi karena adanya niat dan kesempatan. Mari jaga lembaga kita. Pupuk rasa memiliki, motivasi diri untuk menumbuh kembangkan perusahaan bukan menggrogoti dengan tindakan-tindakan korupsi serta selalu berdoa agar diberikan kekuatan iman dalam melaksanakan tugas” tutupnya.

Keterangan Gambar (ki-ka) : Sarjono Turin,SH,MH (Kajati Sultra) dan Abdul Latif (Dirut Bank Sultra)