Bank Sultra Raih Penghargaan BPD Terbaik Di BIA 2024 (Kategori Aset Hingga Rp15 Triliun)
Kamis, 20-Jun-2024

JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) meraih penghargaan sebagai bank pembangunan daerah (BPD) beraset hingga Rp15 triliun terbaik dalam ajang Bisnis Indonesia Award (BIA) 2024.

BIA merupakan kegiatan tahunan dari Bisnis Indonesia Group. Pada tahun ini, menjadi yang ke-22 BIA digelar sejak pertama kali pada 2002.

Bapak Abdul Latif, Direktur Utama Bank Sultra, dengan penuh rasa syukur menyampaikan, “Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pemegang saham, stakeholders, dan masyarakat Sulawesi Tenggara yang telah memberikan dukungan luar biasa kepada Bank Sultra selama ini. Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh insan Bank Sultra. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, berinovasi, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi daerah Sulawesi Tenggara.

Gelaran BIA 2024 mengambil tema “Agility in Uncertainty”. Dalam gelaran kali ini, penghargaan diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang berkinerja terbaik berdasarkan penilaian Dewan Juri. Terdapat dua kategori yang akan menerima penghargaan, yakni industri non-bank dan bank.  Pada kategori non-bank terdapat sejumlah sektor yang akan menerima penghargaan, seperti konstruksi bangunan, perdagangan ritel, hingga jasa telekomunikasi. Adapun, pada kategori bank, penghargaan akan diberikan kepada bank swasta nasional, bank syariah, bank persero, termasuk BPD.

Adapun, dalam penganugerahan penghargaan BIA 2024 yang dilaksanakan di Raffles Hotel Jakarta, Kamis (13/6/2024), untuk BPD kategori beraset hingga Rp15 triliun, penghargaan diberikan kepada Bank Sultra.  Setidaknya hingga kuartal I/2024, Bank Sultra telah meraup laba bersih Rp106,76 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp96,4 miliar.
Bank Sultra pun meraup aset Rp12,67 triliun pada tiga bulan pertama 2024. Adapun, Bank Sultra telah menyalurkan kredit sebesar Rp9,02 triliun pada Maret 2024.